Pendidikan Guru Penggerak

Guru Penggerak Angkatan 5, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Guru Bergerak, Indonesia Maju!

Pendampingan Individu 1

Pendampingan individu oleh pengajar praktik, Jamaluddin, S.Pd didampingi oleh kepala SMAN 1 Tanjung Palas Tengah, Samsir Alam, S. Ag.

Program Guru Penggerak

Mari memajukan pendidikan Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik melalui Program Guru Penggerak. #GuruPenggerak

Selasa, 25 Oktober 2022

3.1.a.8 Koneksi Antar Materi Modul 3.1

 Tujuan Pembelajaran Khusus:

  1. CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media.
  2. CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang dilakukannya.


Senin, 10 Oktober 2022

2.3.a.8. Koneksi Antarmateri - Modul 2.3

Tujuan Pembelajaran Khusus: 

CGP menyimpulkan dan menjelaskan keterkaitan materi yang diperoleh dan membuat refleksi berdasarkan pemahaman yang dibangun selama modul 2 dalam berbagai media.

Coaching untuk supervisi akademik oleh Rhafino Pahlevi

Prinsip coaching dikembangkan dari tiga kata/frasa kunci pada definisi coaching, yaitu KEMITRAAN, PROSES KREATIF, dan MEMAKSIMALKAN POTENSI. 
Berikut adalah penjelasan ketiga prinsip tersebut:
Prinsip-prinsip coaching oleh Rhafino Pahlevi.

Peran Coach di sekolah sangat dibutuhkan untuk mengarahkan semua warga sekolah bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki dan memecahkan sendiri masalah yang dihadapi. 

Jika dikaitkan dalam pembelajaran berdiferensiasi, peran coach sangat dibutuhkan untuk menggali kebutuhan anak didik lebih dalam sehingga memberikan arahan mengenai kegiatan apa yang harus disediakan untuk memaksimalkan potensi sesuai dengan kebutuhan sosial emosional. 

Dalam praktik di sekolah, proses coaching juga tidak terlepas dari unsur sosial emosional. Untuk dapat menggali kemampuan sosial emosional murid. Coach memiliki andil yang besar untuk mengarahkan murid memaksimalkan kemampuan sosial emosional mereka sehingga mereka memiliki keterampilan untuk dapat memecahkan masalah mereka sendiri. 

Guru sebagai pendidik perlu memiliki keterampilan coaching sehingga dapat mengarahkan anak didiknya untuk menemukan jati diri dan mengembangkan potensi dirinya. Dalam proses coaching murid diberi kebebasan, namun pendidik sebagai pamong memberikan tuntunan dan arahan agar murid lebih terarah. Melalui proses coaching ini guru dapat membantu murid mencapai tujuannya yaitu kemerdekaan dalam belajar.

Dalam melaksanakan praktek coaching, Coach harus memiliki 3 kompetensi coaching, agar proses coaching tercapai dengan maksimal.

Berikut 3 kompetensi coaching:

Kompetensi COACHING oleh Rhafino Pahlevi

Pendampingan Individu 6

“Hanya ada satu bukti dari kemampuan — tindakan.”  (Marie Ebner-Eschenbach) Pada kegiatan pendampingan individu ke -6  ini, CGP diminta untu...