Pendidikan Guru Penggerak

Guru Penggerak Angkatan 5, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Guru Bergerak, Indonesia Maju!

Pendampingan Individu 1

Pendampingan individu oleh pengajar praktik, Jamaluddin, S.Pd didampingi oleh kepala SMAN 1 Tanjung Palas Tengah, Samsir Alam, S. Ag.

Program Guru Penggerak

Mari memajukan pendidikan Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik melalui Program Guru Penggerak. #GuruPenggerak

Rabu, 07 Desember 2022

Pendampingan Individu 6

“Hanya ada satu bukti dari kemampuan — tindakan.” 

(Marie Ebner-Eschenbach)

Pada kegiatan pendampingan individu ke -6  ini, CGP diminta untuk mengisi umpan balik survey 360 yang kedua kepada rekan sejawat, siswa, kepala sekolah dan diri sendiri. 

Selain itu, PP juga melakukan wawancara dengan salah satu guru yang ada di sekolah membahas tentang bagaimana mengidentifikasi aset yang di sekolah. Pendekatan berbasis aset adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer.

Pendampingan Individu
Pendampingan CGP oleh PP

Sedikit bincang-bincang terkait dengan kegiatan Lokakarya 7, apa yang mau ditampilkan pada kegitan tersebut. Pada akhir sesi pendampingan, PP dan CGP melakukan photo bersama dengan guru dan tenaga pendidikan SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah.

CGP dan PP
CGP dan PP photo bersama dengan Guru dan Tenaga Pendidikan
SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah

Terima Kasih
Salam Guru Penggerak
Guru Bergerak, Indonesia Maju!

3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3

 "Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama."

- Nadiem Makarim-

Tujuan Pembelajaran Khusus:  

  1. CGP dapat menjalankan tahapan B (Buat Pertanyaan) & A (Ambil Pelajaran) berdasarkan model prakarsa perubahan B-A-G-J-A yang telah dibuat sebelumnya pada tahapan Demonstrasi Kontekstual dalam sebuah aksi nyata. 
  2. CGP membuat dokumentasi pelaksanaan tahapan yang telah dijalankan tersebut.
Pada tahapan B-uat Pertanyaan, saya melibatkan rekan sejawat untuk melakukan diskusi membahas kegiatan-kegiatan yang bisa dilaksanakan untuk meningkatkan menumbuhkan kemampuan kolaborasi siswa melalui kegiatan PMR.


Kolaborasi
Kegiatan diskusi dengan teman sejawat 

Selain melakukan diskusi, saya juga mencari referensi dari internet tentang kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa. Dari referensi yang saya temukan, akan saya adopsi untuk dimasukkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
 
Pada prakarsa perubahan yang diprogramkan, di bagian A-mbil Pelajaran, salah satu aset yang dilibatkan adalah relawan PMI kab. Bulungan. Saya melakukan diskusi dengan relawan tersebut untuk saling tukar pikiran tentang kegiatan-kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) yang bisa dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi KOLABORASI para anggota PMR. 

Berikut dokumentasi dalam bentuk video terkait diskusi yang dilakukan:


Selain kolaborasi dengan relawan PMI, saya juga melakukan diskusi dengan teman sejawat 

Dalam penentuan kegiatan apa yang akan dilaksanakan, saya juga melakukan diskusi dengan beberapa anggota PMR SMAN 1 Tanjung Palas Tengah. Mereka bisa memberikan ide atau gagasan yang menurut mereka bisa dilaksanakan untuk menumbuhkan kemampuan kolaborasi mereka.

Kegiatan diskusi dengan anggota PMR SMAN 1 Tanjung Palas Tengah

Setelah melakukan beberapa aksi untuk kegiatan aksi nyata modul 3.3, ada beberapa catatan refleksi yang bisa diambil dari tahapan-tahapan yang sudah dilakukan.

Berikut catatan refleksi dari kegiatan yang sudah dilakukan:

Catatan Refleksi Modul 3.3 oleh Rhafino Rieza Pahlevi

Terima Kasih
Salam Guru Penggerak
Guru Bergerak, Indonesia Maju!

Pendampingan Individu 6

“Hanya ada satu bukti dari kemampuan — tindakan.”  (Marie Ebner-Eschenbach) Pada kegiatan pendampingan individu ke -6  ini, CGP diminta untu...